Friday, August 31, 2007

Jalan TeruS...

Jalan TeruS...
Hidup memang tak semudah waktu kita muda dulu
panas dingin tak bisa diterka
strategi hidup bertahan dari seleksi sang alam....

Hidup memang tak seindah waktu kita muda dulu....
umur terindah pastikan berlalu
strategi hidup bertahan dari seleksi sang alam....

Panas dingin tak bisa diterka
panas dingin tak bisa diterka

tapi apapun yang terjadi
akan-ku jalani..
akan-ku hadapi...
dengan segenap hati....

Walau-ku terluka
memang-ku terluka
tak pernah-ku lari dari semua ini.....

Belum waktunya kita berhenti...
jangan cepat puas kawan...
bekerja dan terus bekerja...
hingga saat kita tak berguna lagi
(S07)


Pin...gimana hidup loe....baik-baik aja-kan???, sebenarnya kalimat sapa yang biasa-biasa aja, tapi kok aku ngerasa agak aneh ya...?tertuju pada sebuah kata yang terdiri dari 5 huruf...Hidup!. bilamanakah sesuatu itu dikatakan hidup...??? bergerak-kah...? bisa berbicara-kah...? bisa merespon-kah...? bisa menghasilkan sesuatu-kah...?, mmmh, klu dalam tataran kategori praktis ya kesemua yang tadi disebutkan itu adalah merupakan bagian universum yang dikatakan hidup. hey, pikiran-ku menerawang...hhff, aku bergerak, aku berbicara, aku merespon, aku menghasilkan sesuatu...tapi apakah aku hidup....??? Bilamanakah sesuatu itu dikatakan hidup...???

Aku masih bertahan dengan kumpulan air berenergi beserta jeritan para nyamuk yang sedang mencari makan. udara malam tak hentinya menerobos ventilasi jendela secara perlahan. kata orang melihat sinar bulan dan gemerlap bintang di malam hari adalah hal yang sangat menyenangkan. umm, klu aku sih lebih enak nongkrong di depan buku elektronik-ku dengan permainan copter-nya. Agak cupu tapi yah cukup enjoy-lah, klu bosen ya ganti lagi...hehe. btw, kamar ini kamar yang lumayan pas juga untuk membuat narasi kehidupan.

Apapun yang terjadi, aku coba untuk menikmati dan bersyukur. Bekerja berangkat pagi pulang ketika mataharinya pulang juga. Bertemu malam dengan kondisi yang udah separuh nafas. Sempat beberapa kali kebablasan turun dari angkot karena mata ini tanpa ku-ijin tertutup. wuaahh...keliwatan lagiii...jerit hati-ku. Tok...tok...tok...kiri bang kiri bang..."hidup ya harus seperti itu pin...", kata sahabatku...ya ya ya...hidup itu penuh warna, terkadang sehat, bulan depan terkapar dikasur empuk hospital. Awal bulan senyumnya masih sumringah eh akhir bulan manyun-manyun. Nyari duit susah eh habisnya gampang banget. Sebentar senyum, sebentar nangis...weleh-weleh...

"Aku sudah ikhlas kak...tapi aku bingung..., aku masih mencintainya kak...aku tidak akan lupa dan nggk akan pernah bisa lupa...aku bingung kak...!!!", waduh ini masalah cinta, wilayah yang kompilasi eh kompleks banget. First love never die, emang bukan omongan kosong belaka. Sulit sekali untuk melewati hal yang sangat special pake telor dalam kehidupan kita. Apa lagi klu masalahnya about love...Tapi selalu saja terlihat pelangi usai hujan...

"Gile...gue nggk siap seminar besok...Gue mau balik kerumah aja sekarang...puyeng banget neh pala...", kok bisa...? besok seminar masa' mau dibatalin tiba-tiba....!!!? padahal udeh ada dosen dll. Persiapan udeh seminggu yang lalu loh...ya ampyun...

"Give Up gue, ngelamar kesana kemari, kagak diterima-terima juga. bosen juga. kok hidup gue seperti ini ya...? satu-satunya harapan ya yang loe kirim kemarin pin, moga gue dapet job dari situ...", iya bro...jangan pernah berhenti. Tetep DUIT (Doa Usaha Ikhtiar Tawakkal)...

"Oh....tidak...!!! dia selingkuh pin, padahalkan kita udeh komitmen...sakit banget rasanya...!!!" Ups, klu ini aku no comment aja...malah mau bertanya gimana caranya komitmen ketika kita mencintai seseorang....???
and many others-lah...

Paling tidak itulah warna yang pernah aku temui disela-sela waktu kerja-ku. Kata sahabat baik-ku, mas apit mengatakan Hidup ini harus berbagi agar dicintai makhluk langit dan warga bumi. Yah, aku terkadang mendapat bagian dari masalah-masalah kehidupan teman2ku...
Subhanallah, betapa beratnya ketika kita berhadapan dengan masalah yang tak kunjung habis. belum selesai satu, yang lain udah mengantri. Tapi, klu dipikir-pikir kita harus beruntung terhadap masalah karena terkadang masalah mengejarkan kita hikmah, suatu pembelajaran menuju kedewasaan.

Hiks-hiks...aku lagi ada masalah..., ya ya ya...namanya juga hidup pin. Sering aku mendengar lirik-lirik lagu S07 di atas. Pastinya kita akan sangat terluka dan emang terasa terluka terhadap masalah yang menimpa kita. Namun kita jangan pernah lari. apapun yang terjadi ya kita harus hadapi dengan segenap hati...
kita butuh strategi bertahan hidup dari seleksi sang alam...well, panas dingin memang tak dapat diterka. kita semua memang bermasalah dalam hidup. Wuahhh....i love u Guys...belum waktunya kita berhenti. Bekerja dan terus bekerja sehingga lahirlah sebuah karya sampai kita sudah tidak berguna lagi. Jangan terlalu larut terhadap masa lalu. Toh kita hidup bukan untuk masa lalu dan kita tidak pernah hidup untuk masa lalu. Masa lalu hanyalah kuadran evaluasi hidup kita. So, mulailah dengan lafadz Basmallah dan hadapi hari ini dan kehidupan masa mendatang...banyak masalah namun hidup harus jalan terus, iya nggk...???

Hhff, kusandarkan pundakku ke belakang, malam sudah semakin pekat. Semoga semua teman2-ku, adek2 kelas, all my family, sanak saudara-ku yang aku sayangi bisa menghadapi semua masalah dengan sikap yang bijak dan arif. Hey, bagaimana dengan pertanyaan bilamanakah sesuatu itu dikatakan hidup...??? ummm, akhirnya aku berkesimpulan sesuatu itu hidup jika mempunyai Visi. Yah...sesuatu itu hidup jika mempunyai visi yang harus diwujudkan...huuh!!! Sukur deh...berarti aku ini termasuk orang yang hidup:-)...setidaknya aku mempunyai visi dalam hidup ini.

"Pin..gimana hidup loe....baik-baik aja-kan???", emmm, eh, eh, amm...eee... aku kok belum bisa jawab ya...??? wakakak...


Apa yang menimpa seorang muslim berupa kelelahan, kesulitan, kegelisahan, kesedihan, dan gangguan, hingga duri yang menusuk tubuhnya.
Niscaya dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya
(Muttafaq'alaih)


Sabar aja ya, kita masih punya Sang Raja Manusia kok yang siap membantu permasalahan kita.
Allah itu mengikuti prasangka hambanya...

pipin

Wednesday, August 1, 2007

MEniKmati...

Menikmati...
Mata-ku masih terasa perih, entah sudah berapa banyak butiran halus timbal dan karbonmonoksida bertamu di indera penglihatan-ku ini. Hey...tapi setidaknya aku bisa memandang untuk menikmati perjalanan malam ini. Beragam wajah terlihat samar-samar, mungkin terhalang dengan suasana letih yang bersanding taburan sinar orange penerang jalan. Kumpulan nafasnya terkadang terdengar lirih yang sesekali diselingi dengan deraian tawa. Sekarang ritme irama kehidupan-ku agak sedikit mengalami perbedaan. Mencoba keluar dari zona kenyamanan...mmh, yang tadinya nge-kost dengan suasana yang sangat nyaman. Mandi pagi nggk usah terlalu pagi dan sangat santai berangkat menuju kantor 5 menit sebelum waktu masuk kantor pada pukul 9 teng. Intinya mah tidak banyak tenaga yang terbuang.
Namun sekarang...harus bangun dan mandi benar-benar harus pagi. Bangun subuh dengan kondisi yang masih ’zero’ yang kemudian mandi pukul ½ 6. Berangkat bersama-sama sekumpulan orang yang tidak dikenal dan harus berpindah tempat duduk sebanyak empat kali. Bertemu dengan ketidak-ramahan jalanan yaitu kemacetan...berpindah kesatu kendaraan ke kendaraan yang lain...layaknya kutu loncat. Ya ampyun rombongan ’para semut’ yang mengendarai sepeda motor sangat sesak memenuhi ruang ruas jalan ini. Nada-nada fals sahutan klakson yang terkadang memekakan telinga-ku....Angin sejuk bertebaran disekeliling ruang sembari diikuti semerbak aroma harum parfum sang penumpang...Hfff...jakarta-jakarta. Mungkin ada benarnya juga dengan salah satu jargon sang calon gubernur DKI...Ayo Benahi Jakarta.
Ya ya ya...setidaknya itulah realitas pagi hari yang terlihat. Membosankah...? ah tidak juga...toh aku berangkat pagi...aku berusaha menikmati perjalanan sesak ini. Sesuatu yang kita nikmati itu biasanya berlangsung dengan cepat, lain halnya dengan sesuatu yang sangat membosankan...tentunya satu jam itu bagaikan 60 menit...(lho sama aja kale...???)
Teman...memang benar adanya bahwa hidup sangat sangat terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja...Tiada sia-sia yang Allah ciptakan, selalu saja terdapat pelajaran/ibroh yang selalu dapat kita ambil dari kejadian sekitar kita...well, aku sangat menikmati malam-malam yang sesak ini dengan berbagai pancaran tenaga ’survive’para pejuang. Dengan pandangan letih dan buram, aku selalu dapat melihat goresan wajah yang kusam itu.
Yah....aku rasa nasib-ku masih sedikit beruntung dibandingkan dengan para pejuang malam ini. ’Yah...mas, hidup sekarang susah mas...persaingan dimana-mana, pekerjaan sulit didapat....klu nggk ngamen kayak gini gimana saya bisa hidup mas...? hehe...mas tapi aku ngamen bukan sembarang ngamen...mas liat saja peralatan-ku ini...hanya terdiri dari alat pukul rebanaan dan botol bekas larutan penyegar yang aku isi beras kering...dan dengerin aja suara unik yang dapat aku hasil-kan...dung tak dung dung cek cek dung....heheh keren-kan, ditambah lagi dengan lirik-lirik ku yang menyampaikan pesan-pesan religius...setidaknya mereka inget akan tuhan dan jati dirinya...yah, lumayan mas sehari bisa dapet kurang lebih 100 ribu...kerja dari pagi mpe malem mas...hahaha...aku menikmatinya mas....
Hey....ternyata para pejuang malam menikmati malam juga ya....? or mereka berusaha menikmatinya karena tidak ada pilihan lagi...??? wah...sehari 100 ribu...??? keren juga itu pengamen. Mmh, memang beberapa pertemanan-ku dengan malam akhir-akhir ini selalu bertemu para pejuang malam itu. Yah mereka menikmati apa yang dilakukan sekarang. Dengan sangat lihai memainkan pita suaranya....menghidupkan suasana yang letih dengan beberapa hentakan jemari dan kaki. Iringan suara khas berwarna regge or keroncong or dangdut or gaya ala newPop indonesia…. Weleh-weleh tidak hanya sebatas musik. Ada juga yang menampilkan drama yang terkadang menggelitik perut untuk kemudian menumpahkan tawa...hahahaha...itu orang kenapa nggk ikutan kampus Extravaganza aja...? pokoknya lucu deh...lalu ada juga yang menampilkan atraksi sulap....wah, bagian ini yang mengundang decak apresiasi-ku...aku enjoy banget melihat permainan sulap di atas bis ini...dengan senyum sumringah beserta dialog ringan yang dilontarkan...layaknya pesulap dunia yang sudah terkenal aja...aku tertipu dengan gerakan tangannya yang sangat lincah. Sederhana namun ternikmati....
Banyak pelajaran yang aku bisa ambil dari para pejuang malam ini.
Berusaha untuk tampil sebaik mungkin, dengan gaya unik dan permainan yang manis disertai sentuhan masa kini. Bertahan diperbatasan kreatifitas yang dimiliki. Dan waktunya untuk menghibur penumpang...so, menikmati apa yang harus dilakukan, sebisa mungkin menjadi singa panggung....terakhir, buat penumpang untuk tidak ragu mengeluarkan uang yang sesuai dengan apa yang telah dipersembahkan...lebih dari 100ribu dalam sehari bukanlah hal yang mustahil....
Mereka saja menikmati apa yang mereka lakukan sekarang....hhhf, masa aku tidak menikmati apa yang sedang aku lakukan sekarang ini...? menjadi pekerja disebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang media cetak, menjadi petugas entry data pada sebuah departemen pemerintahan, menjadi staf peneliti di kampus, menjadi kerja freelance di sebuah agency...yah, nikmatin aja kale. Tapi ya harus di-inget, hidup harus berubah dan berkembang bung...! perluas kenikmatan yang kita peroleh dengan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk merasakannya...
So, klu temen2 pada kufur nikmat....ya sesekali berdialog hati dengan para pejuang malam tadi. Para pengamen bis....lihatlah urat-urat leher yang terbentuk....betapa ia sangat menikmati apa yang ia nyanyikan. Para seniman opera sesaat...berbicara lantang dengan berbagai logat bicara....tema dan pesan yang disampaikan bagus...betapa ia menikmati peran yang sedang dimainkan....Para pesulap jalanan...jangan ditanya deh gaya permainannya...menghibur banget...ya ya ya...ia menikmati berlagak sebagai pesulap yang terkenal diseantero jagat DKI ini.....
Mereka menikmati...dan akupun menikmati...dan inspirasi pun mengalir...dan lahirlah-lah karya sedikit demi sedikit....dan kitapun semuanya menikmati karya tersebut...


Pipin Andriyanto
bagian kisah dari pejuang malam..:-)