Kenyataan hidup telah memberikan jawaban kepada kita bahwa kehidupan yang kita lalui tidaklah berjalan dengan sendirinya. Ada semacam faktor ‘x’ di balik semua yang terjadi dan semua yang dialami oleh kita. Tiada satupun hal yang secara kebetulan terjadi…everything is already stock…Semuanya udah diatur…! Saya sebagai seorang yang sedang merangkak tertatih-tatih dalam belajar menjadi muslim yang baik pasti menganggap faktor ‘x’ tadi bersumber dari Zat Yang Maha Kuat, Zat Yang Maha Kekal, Zat yang hanya mengatakan ‘kun fayakun’..terjadilah maka terjadilah…!!! Tak lain dan tak bukan Sang Raja manusia penguasa Alam raya, Allah swt.Teman...hidup itu selalu saja di selubungi oleh kabut misteri yang memendam beragam hikmah. Terkadang tidak masuk akal, imajiner, berfluktuatif yang kemudian membentuk runcingan stalagtit dan stalagmit. Bertengger di rumah daun yang kering kerontang, meruntuhkan kebuntuan yang selalu di-iringi irama permainan pimpong, tak tok tak tok tak tok...Wusssh, akhirnya jurus pamungkas maut itu keluar juga dan Yup point kemenangan sedikit lagi. Atau seperti urekan cacing kepanasan wilayah rambut dan kerutan jidat seorang warga yang sedang mengikuti perlombaan catur tujuh belasan. Permainannya memang seberat mengangkat kuda, benteng, dan raja beneran...susah sekali rasanya mengalahkan lawan yang tangguh itu. Yah, mukanya sudah nggk normal...stres berat karena ster dan kedua kudanya udeh tewas...
Konon tak banyak orang yang bisa mengungkap hikmah di setiap episode kehidupannya. Yah, kemauan perasaan dan pemikiran kita selalu saja paradoks terhadap kemauan faktor ’x’. Yang menurut kita baik belum tentu baik di sisi Allah, tapi klu menurut Allah itu yang paling baik sudah pasti itu baik buat kita...Ya itulah yang kita ambil walaupun kita terkadang hanya mereka-reka. Seorang bijak mengajarkan bahwa agar kita dapat memahami apa yang dimaui oleh faktor ’x’ ini maka kita harus menyertakan segala daya upaya kita dengan Tawakkal. Karena tawakkal ini akan mengantarkan siapapun yang melaksanakannya kepada keberhasilan hakiki.
Sejenak kita buka lembaran langit, buku suci komunikasi kita kepada sang Penguasa Alam. Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang kita peroleh dari sikap tawakkal itu:
- “Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya…”(QS.65:3)
- “…barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar.”(QS.65:2)
- “… Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”(QS.3:159)
- “…Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya.”(QS.39:36)
Dan satu hal lagi yang sangat spektakuler...tentang tawakkal ini. Entahlah ini apakah hadistnya kuat atau lemah, mohon informasinya ya... Sebuah hadist mengatakan, “siapa saja yang ketika keluar dari rumahnya lalu mengucapkan Bismillahitawakkaltu ‘alallah laahaula walaa quwwatubillahil ‘aliyyun ‘adzhim (Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada kekuatan melainkan kekuatan dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung), maka akan dikatakan kepada orang tersebut,’Engkau telah diberi hidayah, dilindungi, dan diberikan kecukupan’. Lalu syetan berkata kepada syetan yang lain, ‘Apa yang akan engkau perbuat dengan orang yang telah diberikan hidayah, diberikan kecukupan dan dilindungi?”...itulah yang cukup sering aku ucapkan saat meninggalkan peraduan menuju ke-kancah pencarian rejeki.
Dan sekarang saatnya belajar apa itu tawakkal secara perlahan. Seingatku masih ada dua kotak kardus aqua harta berhargaku yang aku titipkan ke sebuah kosan teman-ku di Bogor. Namun aku hanya menemukan sekardus saja...dengan semangat generasi mandiri aku rapihkan dan aku boyong ke Jakarta dengan harapan aku akan mempunyai perpustakaan mini. Dalam perjalanan masih saja bertanya-tanya: 2 kardus lagi kemana..? 2 kardus lagi kemana..? 2 kardus lagi kemana..?. singkat cerita minggu depannya dengan niat tidak penuh aku berpindah diri ke Bogor dengan kerjaan kantor yang harus dirampungkan. Yah, hari Ahad...!!! Saatnya membersihkan kost-kostan. Segala macam kotak kardus terungkap dan di bawa keluar.
Otak kepanasan ngurusin data-data...dan terdengar-lah suara toa...’wooooi...buku sapa neh dalam kardus...???’ dan teriakan itu tertangkap oleh telinga hati-ku, perasaan senang bercampur was-was...karena boleh jadi itulah harta yang aku cari selama ini. Yah, 2 kardus yang berisikan buku dan beberapa majalah.... Ouw! Bentuk kardusnya sudah tidak meyakinkan...serasa sudah berpenghuni koloni pasukan pemakan kertas bercampur tanah yang menggumpal. Dan apa yang terjadi teman....??? silahkan Anda melihatnya pada tampilan berikut ini...:
Wahhh...ternyata sudah menjadi taman surga bagi para rayap pemakan kertas...Bukuku sebanyak 2 kardus telah wafat...mmh, cukup lama aku melihat dan mengaduk-ngaduk buku apa saja yang telah wafat...sesekali aku berteriak histeris kecil...saat melihat beberapa buku yang favorit. Yah...nasib nasib...aku berharap semoga para rayap-rayap itu menjadi penulis BesT Seller setelah melahap puluhan bukuku...Jelas-lah rasa penyesalan itu ada, menjadi pelajaran berhar
ga bahwa: Jangan pernah menyimpan buku dalam kardus terlalu lama di tempat yang bernuansa lembab. Dan akhirnya aku rasa diri ini masih Ok walaupun kehilangan harta berharganya. Setidaknya ada semacam doa kecil di hati-ku: Ya Allah moga aku dapet uang buat membeli buku yang telah wafat or buku-buku yang baru lagi. Entahlah...apakah rasa kecewa karena wafatnya buku-bukuku itu harus di-iringi dengan rasa tawakkal atau rasa sabar atau ridho atau juga ikhlas...Tapi apapun keadaan yang menimpa kita rasa-rasanya masih Ok kok klu kita bertawakkal kepada Allah swt...Pipin Andriyanto


Kasak kusuk lagu lama…merupakan suatu hal yang nggk nyunnah jika para pasukan ra genah bepergian tanpa membawa benda kecil cahaya kilat, camejit alias Camera Dijital…terlebih dahulu berkumpul di kostan Chogan. Dan kita pun menuju Kota Serang. Sesampainya di Serang saat para kaum muslim melaksanakan solat maghrib. So pasti-lah, kita-kita bergegas menuju masjid Terminal Serang untuk solat maghrib. Kondisi malam itu cukup padat melihat pergerakan hilir mudik para pengendara. Gerombolan para kaum hawa berkerudung yang tertuju pada suatu tempat terkadang menarik perhatian kita. Ouw, ternyata...mmh, kayaknya ada pengajian di malam akhir tahun ini, semacam kontemplasi. Kita melewati alun-alun kota Serang…Ramai…!!! Para pendekar kuliner bertaburan dari tujuh penjuru mata angin mengisi tempat yang masih tersisa di alun-alun. Cuaca malam itu menurut-ku panas… nas…nas…Gemerincing suara perut memaksa kita untuk mampir di WarAKar...Warung Ayam Bakar bo...niat hati menemukan Bebek Goreng namun sejauh ini yang terlihat adalah WarAKar tea....



























