Thursday, July 12, 2007

Ruang...

RuAnG...
Tersentak sesaat...yang kemudian bekerja kembali. Rasa kantuk memang sudah menjadi sahabat yang sangat dekat, biasanya dia datang setelah jam makan siang-ku. susah sekali untuk tidak mengajaknya untuk sekedar berbincang-bincang, say hello, tertawa lepas, cupika cupiki...something like that-lah. Makanya aku sengaja mengalihkan ke suasana nge-beatnya Van hallen, Bon jovi, Mr.Big, Avril or lagunya ketika sang tokoh spider-Man sedang patah hati....or banyak deh. Konon katanya jika sedang bekerja sembari mendengarkan lagu rock mampu meningkatkan kinerja dalam bekerja...emang iya...??? berjalan-jalan di lantai ini, mencuci muka, membasahi perutku (minum kopi)...berharap aku tidak terlalu banyak berbincang-bincang dengan sang kantuk ini, yah namanya juga usaha...
Tapi seingat-ku aku pernah bercengkrama cukup lama dengan sang kantuk ini...kita ngobrol ngalor-ngidul hingga dia mengajak-ku masuk ke ruang impian...yah ruang itu tertuliskan ruang impian...well, aku nggk bisa melukiskan relief arsitektur ruang impian itu melalui kata-kata...yang jelas aku merasa comfortable banget. Melalang buana melihat ruang impian orang-orang yang aku kenal selama ini. Setidaknya mereka telah menghasilkan sebuah karya. Sebuah harga mati dari segala proses perjuangannya selama ini yaitu: Karya...Entah sebuah buku, lembaga sosial, lembaga pendidikan, pengembangan software, ukiran indah, goresan kanvas, penemuan-penemuan terbaru yang membantu hajat hidup orang banyak...yah many others-lah. Dan karyanya itu telah mumpuni untuk menghidupi kehidupan sekitarnya...
Tau nggk yang enak ketika berada di ruang impian....??? ya...! kita menjadi seorang pengkhayal sejati dengan beragam imajinasi. Menjadi Bos sebuah lembaga training dunia kerja...Menjadi Top Manager sebuah sekolah alam...Menjadi owner kuliner terunik yang terkenal...wah, pokoknya mah apa yang ingin kita wujudkan pasti ya terwujud...hiiiyyy...tapi klu khayal mulu mah kagak boleh kali. Karena kita bukan kaum pengkhayal...udeh jelas kok Islam mengajarkan kita ’ .”...Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...”. tapi menurut-ku sih kita emang kudu harus punya itu ruang impian dalam kehidupan kita. Jadi inget sang inspirator...’ Gimana mau sukses, lha wong bermimpi untuk menjadi sukses aja nggk berani...’ sejenak aja deh kita berkhayal, nggk ada salahnya kok...memikirkan yang enak-enak di ruang impian kita...Hff, hidup udah susah, so, mengkhayalnya jangan yang susah-susah ya...
Fokus dan spesifik...!!! itu yang disarankan ketika kita sedang mengkhayal di ruang impian kita. Yah, klu aku sih bilangnya mengkhayal yang cerdas. Klu mengkhayal ya harus cerdas...ya fokus dan spesifik...!!!. Jika telah dalam kondisi seperti itu (fokus dan spesifik), katanya sieh segala gerakan, nafas, pikiran, sikap, cara pandang, segala gerak-gerik dalam tubuh kita ini menuju kepada apa yang kita fokuskan dan spesifikkan tadi baik sadar maupun tidak....Iyakah...???ih, Meneketehe..wakakak...tapi, yang jelas ketika kita udah Fokus dan Spesifik mengkhayal dalam ruang impian kita...langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah merawat dan menumbuh-kembangkan apa yang kita fokus dan spesikkan tadi. Entahlah, ruang impian ini adanya di pikiran atau di hati...
Keberhasilan itu adalah keadaan pikiran. So, mulailah melihat diri kita sebagai suatu keberhasilan. Apapun itu, termasuk sebuah kegagalan (walaupun pahit rasanya…hwuaaa) yee….itukan juga suatu keberhasilan…berhasil gagal…Hwuaaa…Eh, sekarang udah sampe mana progres dari keadaan ruang impian kita...??? hayo pipin udah sampe mana....??? ’Masih dalam tahap melahirkan realitas mas…??? Hehehe...’ yah, semoga dengan adanya ruang impian, kita bisa membuka gembok-gembok potensi (Uncloking Potencial Power), seperti yang disebutkan Mas Amri..Hey....Jangan lama-lama berada dalam ruang Impian...Ayo, bangun dan realisasikan...lahirkan realitas itu....!!!
Gumpryaanggg...pryang...pryangg...!!!
Wadaouw...dasyat apa gerangan yang telah terjadi...weleh-weleh udeh jam berapa ini...??? bujug buneng kleneng-kleneng...lama juga neh ngobrol ma sang kantuk...Wuaaah...kok nggk ada yang bangunin ya’...???

Salam Hangat banget neh...
Pipin Andriyanto

Tuesday, July 3, 2007

Be pAtiEnT-lah....

Be Patient-lah...
Rasa manisnya membuat tenggorokan-ku berkecamuk, memang rasanya segar…namun hanya sesaat…sesekali aku pun terbatuk-batuk. Hfff, perih juga klu batuk-batuk terus. Lantunan irama dinding berbisik...ternyata bukan hanya tenggorokan-ku saja yang terbatuk-batuk....mmmh, isi kantong-ku pun juga terbatuk-batuk dalam arena perjuangan hidup ini. Kiasan yang terkadang menggelikan...’ batuk atau tidak itu-kan tergantung dari keadaan antibody seseorang....nah, klu batuk terbatuknya isi kantong...itu cie tergantung dari pergerakan rotasi otak yang memercikan api kolektif dari Pengetahuan (Knowledge), Keterampilan (Skill), dan Keinginan (Desire)...hehe, konon katanya isi kantong kita nggk akan terbatuk-batuk lagi...it means ya keadaan financial ente fine-fine aja...’.....celetuk sang sahabat antah brantah....weleh-weleh...
Rotasi otak yang memercikkan api....???, perbandingan yang mirip dengan proses pembuatan santan, diaduk dan terus diaduk secara perlahan agar hasil santannya bagus. Timbulnya percikan api karena ada pergerakan...begitu juga dengan perolehan hasil santan yang bagus, didapat dengan adanya pergerakan. Yah...karena diam itu mematikan dan tidak menghasilkan apa-apa. ’Gerakkan tanganmu pasti kau dapat makan....!’. selalu saja ada kesempatan untuk memperbaiki kondisi keadaan hidup menjadi lebih baik. Namun semua itu memang sangat membutuhkan kesabaran. Kalimat mentok yang sering terucap jika realitas tidak sesuai dengan yang diharapkan.
’Mbo ya sabar to mas....namanya orang kerja ya mesti manut to…’
‘Sabar bos, mungkin belum rejeki kita…’

‘sabar ya bu...Allah sayang dengan kita....’

Mmh, rasanya tidak ada suatu yang paling berharga ketika kita terbentur dengan beragam masalah selain dengan sikap sabar ini. Dihina orang, diremehkan orang, dizholimi...ya ya ya...segalanya mentok dengan sang sabar ini. Sejenak mengutip perkataannya mas Andri,’ Sabar dalam bahasa Arab diartikan tetap berusaha, tetap berjuang dan tetap berharap. Sabar adalah kombinasi yang harmonis antara rasa syukur, optimisme dan gigih (persistensi). Rasa syukur dapat mengkonversi kondisi terburuk menjadi mempunyai hikmah dan kebaikan. Optimisme adalah kemampuan kita menciptakan harapan. Dan persistensi adalah kesadaran diri untuk tetap bergerak, berusaha dan berjuang. Itulah makna sesungguhnya dari kata “sabar”.
Yah, lagi-lagi, aku menyebutnya sebagai sabar yang asertif. So, klu sabar ya sabar yang asertif, sabar yang merupakan kombinasi dari rasa syukur, optimis, dan gigih. Mmh, sabar ini bersifat dalam menyingkapi perjuangan hidup. Bukan bermakna pasif, malas, dan tidak bergerak. Makanya sebagian orang itu lebih memandang proses dibandingkan hasil yang diperoleh, walaupun terkadang hasil itu sangat penting juga...Jika dalam sebuah perjalanan proses kehidupan ini kita bersikap sabar yang asertif maka hasilnya ya seperti Pedang emas 24 karat. Sejalan dengan kisah yang dicertakan mas Andri ’ Yang utama itu adalah watak, karakter, yaitu menjadi orang yang tekun bekerja, gigih berjuang, sabar menanti saatnya. Di atas watak yang demikian ini bisa dibangun kompetensi, keahlian, keterampilan sebagai pendekar peremuk tulang. Keduanya, baik watak maupun kompetensi yang menyertainya, berjalan selaras. Ketekunan bekerja dan kesabaran berproses menjadi jalan menuju lahirnya kompetensi sebagai pendekar peremuk tulang’...Pembentukan watak dan karakter....mungkin itu, eh siapakah gerangan pendekar peremuk tulang.....???
Ok, so, bagaimana dengan masalah batuk terbatuk tadi....??? yah elah...klu sakit ya sabar mas....tapi ya sabar yang asertif....minum obat kek, istirahat yang cukup, jangan minum es lagi...keuangan tidak mencukupi...??? ayo gimana...??? gerakkan tanganmu mas, niscaya kamu bisa makan.....!!! klu nggk punya uang ya carilah itu uang itu...buat kehidupan di masa mendatang. Klu dihina or diremehkan....??? mmh, seseorang yang telah mengenal siapa dirinya maka ia tidak akan menjadi makhluk yang terhina dan diremehkan. Yah, tampilkan apa adanya dengan nuansa yang agak sedikit berbeda.....
Ok ok....jadikan sabar dan sholat sebagai penolong hidup kita.....
Semoga batuknya cepet sembuh ya pin...dan moga sukses....

sabar...sabar....Ya Allah ampuni segala dosa Hamba...


Saturday, June 23, 2007

SeCangkir KoPi....

SeCangkir KOpi...
Terkadang rutinitas telah memakan seluruh waktu dalam perjalanan singkat ini. Semuanya berujung pada satu titik...yaitu kebutuhan hidup. Satu titik yang jika dipikirkan memang sangat vital. Anak-anak jalanan membelah jalan dari pagi hingga petang berharap agar besok masih bisa menatap matahari. Para pengamen berjualan suara untuk sebuah ke-eksistensian diri...Pedagang-pedagang sayur telah menghidupkan suasana dikala kita sedang asyik terbenam di atas kasur empuk. Fiuh...Roda waktu terus berjalan hingga berhenti dipersimpangan sesuai dengan ketentuan-Nya. Dan kita..., kita hanyalah sebagian peristiwa yang telah terlahirkan oleh perjalanan singkat. Tentunya sekarang masih dengan cita-cita yang ingin dapat direalisasikan. Tapi entah proses apa yang berlangsung dalam merealisasikan cita-cita tersebut. Semakin kenalkah dengan diri ini atau tidak sama sekali....
’Waktu itu adalah Uang bung....Waktu itu adalah ilmu Bung.....’ ya ya ya..nggk ada yang salah kok....tentang apa yang engkau ungkapkan tentang waktu. Namun, sebagian berkomentar....’Waktu itu adalah Kehidupan.’ ’Tidak ada satu haripun yang dikeluarkan oleh Allah ke dunia, kecuali berkata, `Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Karena mungkin saja tidak ada hari lagi buatmu setelahku`. Dan tidaklah ada malam, kecuali berseru,`Wahai anak Adam, manfaatkanlah aku. Karena mungkin saja tidak ada malam lagi bagimu setelah aku`.
Demi waktu Duha… Demi Matahari dan sinarnya di pagi hari… Demi siang apabila terang benderang…
Waktu adalah ukuran terpanjang karena ia ukuran keabadian dan yang terpendek karena tiada seorangpun yang mempunyai waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas kehidupannya. Waktu adalah titik sentral kehidupan, yang merupakan bagian saat, momen, kejadian, atau batas awal dan akhir dari suatu peristiwa. Hidup tidak mungkin tanpa dimensi waktu. Jadi ingat hadits nabi yang mengatakan bahwa tidak akan bergeser kaki hamba seseorang sebelum ditanyakan 4 hal, yaitu: Umur, ilmu, harta, masa mudanya. Umur dan masa muda sangat erat sekali korelasinya dengan pemanfaatan waktu.
Hhhf....sekarang posisi kita dimanakah....??? relief bumi semakin tua, Dunia hanyalah sebutir pasir dipadang pasir yang sangat luas. Hhhf, hidup adalah sesingkat kita menikmati dan menghabiskan secangkir kopi hangat. Bergerak di antara bayang-bayang masa lalu, saat ini, dan masa depan. Sang Raja Manusia telah mengatakan dan mengingatkan kepada kita bahwa kita itu sesungguhnya berada dalam kerugian. Entahlah, bahasa yang sangat sulit sekali diterima oleh kaum sekuler...’Apanya yang Rugi...Lha wong saya bekerja dan mendapat uang yang banyak kok...saya dan keluarga saya makmur kok...’. yah...whatever U say-lah...
Sang Rasul pun bersabda: Tidaklah terbit matahari, kecuali diutus dua malaikat pada kedua sisinya. Keduanya memperdengarkan kepada penduduk bumi, kecuali tsaqalain (manusia dan jin), "Wahai sekalian manusia, marilah menuju kepada Rabb kalian. Sesungguhnya sedikit dan cukup lebih baik daripada banyak namun melalaikan." Dan tidaklah matahari itu terbenam, kecuali diutus dua malaikat pada kedua sisinya. Mereka berkata,"Ya Allah percepatlah untuk orang yang berinfaq gantinya, dan percepatlah untuk orang yang bakhil kehancurannya.
‘Sesungguhnya malam dan siang hanya merupakan tahapan-tahapan. Manusia menempuhnya tahapan-tahapan tersebut. Sehingga akan berakhir disuatu waktu. Jika engkau mampu untuk berbekal di setiap perjalanan tahapan tersebut, maka kerjakanlah. Sesungguhnya terputusnya tahapan tersebut adalah suatu yang amat dekat. Dan urusan itu bisa lebih cepat. Maka berbekalah untuk setiap tahapan perjalananmu...’ Begitulah petuah orang-orang Sholeh...Rutinitas terkadang memang membuat kita lalai akan semua perkataan orang-orang sholeh ini... Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. Masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, kayamu sebelum tiba masa fakirmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan hidupmu sebelum masa matimu
Entahlah, sudah berapa banyak bekal yang aku persiapkan untuk melangkah kekehidupan yang lain....??? tapi yang jelas, hari-hari yang kita lalui ada kesempatan, maka manfaatkanlah sebaik-baiknya....masih ada peluang untuk melakukan kebaikan, apapun itu. so, lakukanlah apa yang bisa dilakukan sekarang...jangan tunda lagi... Yah...yah...hidup hanya sesingkat kita menikmati dan menghabiskan secangkir kopi hangat...siapkan bekal untuk menuju ketahapan berikutnya....


catatan pengingat untuk manusia yang fakir ini

Thursday, May 31, 2007

Meranah-Minang

Meranah-minang.../:)
Aku masih hidup ternyata...aku tahu dari otak-ku yang masih terus saja sakit-sakitan....'iya ya...umur orang sapa yang tau....' celoteh teman-ku yang sekarang mengajar di sekolah alam. Mmmh...orang eksak yang sangat berkembang otak kanannya dibandingkan otak kiri. Wuaahh...aroma kantuk masih tercium jelas dibadan ini...entah udah berapa kali mulut-ku membuka dan menutup layaknya pintu lift.. Akhir-akhir ini....atau rasa-rasanya sulit sekali membuka keran ide...mengeluarkan alam imajinasi untuk kemudian dihempaskan ke khalayak. Ck...ck...ck...Atau juga 2 hal yang cukup penting sedang menghilang dalam pandangan hati-ku...’Imajinasi dan Kreativitas...’ lagi-lagi itu....Menyaksikan, mendengar, mengalami, merasakan...kesemuanya itu diserap untuk kemudian dicerna dengan segenap kreativitas yang lalu bersanding dengan alam imajinasi...ya ya ya...tak lama kemudian lahirlah sebuah dunia yang kaya dan hidup....hasil persilangan dari species Kreativitas dan Imajinasi.....Aduh...Mama kemana ya...???mhhh...gimana mau kaya dan hidup...lha wong....kreativitas dan imajinasinya aja tau kemana perginya...
Minggu ini modul-ku harus selesai...klu nggk ya deep Impact dah gue...!!! wonderfull tonight aja susah untuk kutemui…bintang-bintang itu memercikan warna yang aneh…aku nggk ngerti apa yang disampaikan tadi malem…tapi yang jelas nggk jauh-jauh dari pekerjaan, umur, rejeki, jodoh, keluarga….yah elah…emangnya ahli nujum yang suka ngeramal…Ogeb tengab ic ayacrep kayak nautig…Harus Revolusi apa….??? Sebuah perubahan yang berlangsung cepat dan mendasar…udeh ah…terdengar serem banget ci klu harus revolusi…!!!
Mmmhhh....tapi biarin ya aku menjiplak bola semangat....yah..agar si-pipin tea ini terus menulis dan akhirnya melahirkan anak-anak kreativitasnya....Sebuah goresan jemari yang diucapkan oleh Sang Sastrawan... “Rajin-rajinlah menulis. Lama-kelamaan di otak kamu akan terbentuk sebuah ’sistem menulis’.” Sebenarnya bahasa lama dan nggk Up to date....tapi bo....kemagisannya dan kesakralannya kata-kata tersebut....wow...memang telah teruji secara klinis dan non klinis....!!! :-? :-? :-?. Sastrawan ini bernama Pak Maman SM
Terus...Aku ambil bola semangat lagi ya....biar bisa di baca-baca semau-ku...Nah klu ini dari bang Jonru, mungkin udeh pada kenal juga kali ya...begini ceritanya....:

Karena itulah, kita harus melatih otak kita agar menjadi “writing oriented”, agar di dalamnya terbentuk sebuah “sistem menulis”. Caranya:
1. Jadikan kegiatan menulis sebagai pilihan hidup, bukan hobi semata yang dikerjakan hanya ketika ada mood, atau hanya ketika ada sisa waktu. Dengan kata lain, jadikanlah kegiatan menulis menjadi bagian dari gaya hidup anda (Inilah sebabnya, saya sekarang pakai motto “Writing is not my hobby. It’s a part of my life“).
2. Rajin-rajinlah menulis. Tulislah apa saja yang bisa ditulis. Hari ini kamu telat bangun? Tulis! Kemarin kamu menyenggol kucing tetannga? Tulis! Kamu ingat pada seorang teman di masa lalu yang sangat lucu? Tulis! Kamu ingin mendebat ucapan seseorang? Tulis! Kamu bosan melihat perilaku para politisi? Tulis! Pokoknya tulislah apa saja. Cara menulisnya bisa dibaca di sini.
Intinya, kita harus membiasakan diri untuk menulis. Semakin sering menulis, insya Allah keahlian kita makin baik, dan otak kita akan semakin sering mengeluarkan ide-ide cemerlang. Apakah ini hanya teori semata? Tidak! Sebab saya sudah pernah membuktikannya.

Weit......gitu ceritanya....ya ya ya.....kasak-kusuk lagu lama.....sebuah hal yang klise adalah....berharap kesemua yang di tulis tadi menimbulkan Motivasi. Tapi bener lho...kata-kata pak Maman dan Bang Jonru suasana magis dan sakral-nya sangat kental...itu dia...bisa karena biasa...!!! Bukan kewajiban tapi kebutuhan...bukan paksaan tapi kesadaran...bukan hobby tapi merupakan bagian dari kehidupan. Sebuah warisan anak cucu untuk membangun peradaban...menyambung kehidupan sejarah yang hampir hilang...dan menggapai kehidupan yang abadi....Menulis...
Aduh....otak-ku lagi-lagi kembali sakit....tersenyum ci...itu tandanya aku masih hidup....:-)!!! entah apa pesan yang tersampaikan di sore ini...???...so, semoga bola semangatnya semakin besar....gampang kok jadi penulis....yang pertama: menulis-lah....yang kedua: menulis-lah...yang ketiga: menulis-lah....weleh-weleh...
makasih dah buat Pak Maman dan Bang Jonru....

Dah...ya....gue mau balik ke kota Ujan...take a bath…
inget-inget....Modul-modul...buruan selesain.....!!!

Thursday, May 24, 2007

Stagnan...

Stagnan.........
Aku masih di sini kok….dengan segala apa-apa yang tersisa. Tapi biarlah begini adanya, toh, kehidupan ini akan terus berputar dan terus berubah hingga sangkakala itu berbunyi. ’yah...sapa tau nasib mas...’...masih saja teringat perkataan Ayah yang terkadang menentramkan hati...dan semenit kemudian aku kembali pusing lagi untuk terus berkarya....weleh-weleh...tantangan hidup nggk akan pernah habisnya...Sebagian orang sieh berharap memastikan bahwa dengan tantangan hidup itu akan merubah dirinya menjadi dewasa, bijaksana, perkembangan SQ-nya menjadi lebih baik...Hfff, tapi bagi orang yang tidak bisa memastikan...gimana dong...??? Seperti diri-ku ini...hehe...masa sich...??? hmm, sesekali ku kucek-kucek mata ini, fuih...pandangan mata-ku udeh mulai kabur, seingat-ku seih silinder. Lalu, Jemari-ku mengelilingi ubun-ubun ini berharap sambungan-sambungan dendrit di otak-ku semakin banyak....Bagaikan ’Blender’ yang berputar terus...Jadi penulis susah uey...apa lagi ketemu dengan makhluk yang namanya.....’Stagnan’ lengkapnya sieh...Stagnasi...suatu kondisi dimana...mmh, mungkin berlaku semacam Cateris paribusnya mbah Ekonomi. Tidak ada perubahan, tidak berkembang, lari ditempat. Klu di Statistik seih...mungkin keragamannya nol (there’s no variance) atau keragamannya seragam...nah lho.....???. klu di siroh nabawi biasanya dikenal dengan 'Hari ini sama saja dengan hari Kemarin"...Stuck on life kali ya...Ya ya ya...kehidupan ini tak akan pernah berjalan mulus. Hidup ini bukan ber-ordo satu (linear)...bukan juga ber-ord0 2 (kuadratik)....tapi ber-ordo 3, mungkin ber-ordo 4...atau 5...ber-ordo 6...Hfff...waduh, aku aja belum bisa membayangkan yang ber-ordo 4....fiuh, payah...
Mmh....sang para motivator kayaknya pernah juga deh stagnan...betapa enaknya ya klu udeh weekend, serasa di surga....tapi klu weekdays.....huhuhu....!!! Eit...ntar dulu bang...??? ya, namanya juga kerja...klu nggak kerja ya kapan bisa maju...hayo...pasti kurang bersyukur ya terhadap apa yang telah di jalani selama ini....???
Mmh..nggk juga seih...tapi coba aku utak atik gathuk lagi ya...sederhana kok nggk rumit-rumit...berdasarkan data statistik yang aku lihat, Jumlah angkatan kerja pada tahun 2005 sebesar 43.599.422, sementara orang yang berkerja itu sebanyak 37.711.128. So, tau dong yang nganggur berapa banyak...yup, sebanyak 5.888.294....or ada kurang lebih 14% lah yang masih menganggur dari seluruh angkatan kerja. Nah klu informasi sekarang yang di peroleh dari BPS, pengangguran sampe februari 2007 sebanyak 10,55 juta orang...fiuh...banyak euy...puyeng juga mikirin data mulu...! Sekitar 600 orang lebih di DKI Jakarta yang masih menganggur di 2005. So, gimana keadaan pengangguran di DKI jakarta pada tahun ini...??? Wah, yang pasti sieh nggk akan berkurang dari 600 orang tadilah angkanya. So, bersyukur-lah yang udeh dapet kerja...tapi ya itu tadi....dalam dunia kerja cuma ada dua pilihan, menjadi pemenang atau pecundang...
Udeh ah....sekarang lagi mengalami stagnan...stagnasi di segala bidang...
Tapi cukup bijak juga resep dari Pak Anis...’Tinggalkan Urusan Itu. Lalu lakukan Sesuatu yang lain’
Tapi mereka sebenarnya tidak meninggalkan urusan itu. Mereka mungkin kelihatan sedang melakukan sesuatu yang lain. Tapi sebenarnya mereka hanya mau memikirkan urusan itu dari kejauhan. Mereka mau menjaga jarak jiwa untuk tetap mempertahankan wilayah kegembiraan jiwanya dari serbuan keputusasaan. Mereka memilih untuk santai, tapi dari situ mereka menemukan cara pandang baru atau inspirasi baru terhadap urusan dimana mereka telah gagal secara berulang-ulang
Ok, bos...modul belum selesai untuk hari H, kerjaan kator juga masih ada, proyek buku nggk terwujudkan juga....dan negara ini pun nggk kunjung baik...pendidikan, korupsi, pengangguran, kemiskinan, lapindo, & many others-lah....Semua masih Home work yang tak terselesaikan...
Dan aku....yah...aku masih disini kok dengan segala yang tersisa...Semoga menemukan cara pandang or Inspirasi baru...untuk kemudian berkontribusi...

Berpikir, merenung, dan temukan solusi...!!!




Monday, May 14, 2007

Belajar dari yang ada

Aku hanya meminum pocari sweat yang tersisa tadi malem…Jelas, perjuangan hidup sangatlah melelahkan…padahal nggk lama kok hidup di dunia ini. Wajah-ku layaknya keadaan perut-ku ini sekarang…perih dan lapar. Oke...tapi biarlah seperti itu dulu untuk sementara ini. Katanya seih ada sebuah harga mati yang harus kita terima.....jadilah Pemenang atau yang terbaik. Hmm....apakah harus seperti itu...??? banyak yang jadi terbaik tapi belum tentu menjadi pemenangnya, ataupun sebaliknya...yah elah....klu aku sieh seneng yang aneh-aneh....’Jadilah Pemenang dan Yang Terbaik’. Aku rasa kata-kata ini lebih membakar, so yang merupakan harga mati itu rasanya ya itu.....’Jadilah Pemenang dan Yang Terbaik’.

Hhf...pundak-ku sekarang semakin berat....tapi ada suatu hal yang menarik sekali...lagi-lagi ucapan dari seseorang yang merupakan alumnus MB IPB, tau nggk dia bilang seperti ini....” Tau nggk loe...ternyata ya gue itu kuliah lama-lama di MB IPB ...ujung-ujungnya ya kita harus jadi ENTERPRENUER ” Mungkin gambaran secara gamblang untuk mengejewantahkan teori-teori ’Jadilah Pemenang dan yang Terbaik’ ya harus dibuktikan dengan kita menjadi ENTERPRENUER....hahhahahahaha......
Hidup ini pilihan Bung...!!!

Yap...memang hidup ini pilihan...Pilihan Untuk menjadi ' Jadilah Pemenang dan Yang Terbaik...’ Betapa serunya seseorang yang telah satu tahun menjalankan sebuah usahanya dan dia hanya untung Rp. 179.000,- Yah hanya sebesar itu nominal yang ia dapet, itu pun belum di potong uang listrik untuk oprasional bulanannya....nggk mudah memang untuk bisa bertahan.....eit, tapi tunggu dulu Bung...!!! Seseorang yang memiliki jiwa ENTERPRENUER itu adalah orang-orang yang mumpuni dalam mengolah alam kreatifitasnya, kemudian pandangan imajinasinya kuat. Dan tahu-kah Anda....Imajinasi yang kuat akan Menciptakan peristiwa itu sendiri...more and more...!!!

“Jika Anda mendapat sesuatu dengan mudah, maka Anda akan melepaskannya pun dengan mudah. Jika Anda mendapat sesuatu dengan kerja keras, maka Anda akan sangat menghargainya dan akan berpikir dua kali untuk menyia-nyiakannya..... bahwa hidup ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, kesuksesan tidak hanya bisa diraih dengan menekan tombol remote dan langsung jadi, tapi butuh sebuah usaha dan kegigihan dari setiap orang....”

Yah...aku masih butuh kutipan-kutipan seperti di atas, yang jelas dengan hasil setahun yang aku dapat hanya sebesar Rp.179.000,- perak...aku akan mengejewantahkan sebuah harga mati tadi. Lihatlah apa yang dia katakan....” Jika Anda menoleh kekanan, kekiri, depan, atau belakang di sebuah keramaian...Anda tidak menemukan Teh Botol Sosro...Anda bisa bilang pada saya....akan saya kasih berapapun yang Anda Minta....” Hey...itu bukannya kalimat Fiktif....???!!
Iya....
Tapi biarlah demikian...Toh, sekarang dia sudah menjadi Ahlinya Teh...So, Semua lapak kaki lima warung asongan, Pasti ada Teh Botol Sosro...Mhhh...bagaimana dengan sebuah Sim Card GSM pemain yang sangat baru....? 3 (three) maksudnya...??? Iya...
Ehm...yang jelas di tahun pertama dia akan rugi ratusan juta rupiah.....Nekat...??? Berani...??? Rugi...??? Yang Jelas 3 (Three) sangat berani bertarung bersama raksasa phone card seperti SimPati dan MenTari. Mungkin 3 (Three) ingin seperti SimPati nantinya, klu dari data AC Nielsen yang aku punya Sieh...Estimasi pengguna Simpati di 3 kota (Jakarta, Yogya, dan Surabaya) pada tahun awal 2007 mencapai 2.728.000 pengguna. Klu secara sederhana aja kita itung-itungan, sebulan seluruh pengguna SimPati ngisi pulsa Rp.50ribu perak, so, omset yang didapat sebesar Rp 136.400.000.000...136 milyar....??? waduh gue bingung dah ngeliat jumlah Omset dalam sebulan sperti itu, so, klu kita breakdown per Hari Omsetnya adalah Rp.4.546.666.667...hahahaaa...sehari dapet 4 milyar lebih...hhhf...mungkin 3 (Three) berimajinasi seperti itu nantinya, sehari dapet 4 milyar lebih...edun.....!!! langkah awal so pasti rugi besar dan sangat beresiko...Hayo 3 (Three) bisa bertahan nggk....???

Jadi ya...Tahun pertama bukanlah menjadi ukuran untuk mengatakan kita gagal dalam berusaha....iya-kan....!!!
Oke...yang jelas aku sekarang punya market share dan usaha-ku marketable, walaupun hanya untung RP.179.000 perak selama setahun...heheee...payah, lalu aku punya SDM....dan yah itu.....harus kembali lagi untuk mengejewantahkan sebuah harga mati...'Jadilah Pemenang dan Yang Terbaik....'
Yuk....semangat.....semangat.....Mau Sukses.....??? Jangan Manja....!!!
Aku rasa cukup....!

Monday, May 7, 2007

Jangan Berhenti...

Jangan Berhenti.....!!!
Iramanya nggak beraturan sieh...tapi it's ok-lah, lagian aku ini bukan siapa-siapa, aku ya hanya aku. Pelupuk mata-ku mungkin sebentar lagi jatuh...Hhhff...Hard day really..., seperti temen-ku...kalendernya senen semuanya...Tapi ya itu, kuncinya segala sesuatu itu harus kudu banget disyukurin...dapet gaji cuma 750 ribu/bulan ya disyukuri, layaknya Custom Table...semakin di breakdown seharusnya rasa syukur itu semakin besar...Jelas, pasti bingung...!!! Yah namanya juga hidup, pasti penuh dengan nafas-nafas kebingungan di sela pilihan-pilihan...ya kan...???
Terkadang nggk cukup dengan kesederhanaan...tapi banyak orang suka akan kesederhanaan itu...bergerak dengan keahlian yang dimiliki, spontanitas, kreatif, supel, menarik....nggk perlu pinter-pinter banget kok...Cuma ya sekarang hasilnya belum terlihat aja...masih dalam proses pak....

'Jadi kapan kamu punya sebuah lembaga pendidikan pin....???’
wah...masih dalam proses pak...
'Kapan diangkat jadi karyawan tetap pin...???'
wah...m
asih dalam proses pak...
'Mana nieh buku terbitannya...kapan jadinya pin...?'
wah...masih dalam proses pak...
'Kapan nikahnya...???'
wah itu masih dalam proses pak...
'Eh...ngadain pelatihan lagi.....???'
wah ....masih dalam proses...

Iih...mentok di kata-kata...’wah…masih dalam proses’, meskipun nggak nyambung...Ya mau dibilang apa lagi, berharap didalam prosesnya itu terjadi perputaran perubahan. Yang jelas 'wah...masih dalam proses' itu terus bergerak, tak akan berhenti sebelum peluit berakhir. so, semangat juang harus tinggi, susun strategi untuk menang, jaga tempo permainan, evaluasi dan kembali susun strategi..
.niscaya peluang untuk menyodok posisi papan atas akan berhasil....

Well yang jelas terus saja aku menggerakkan jemariku…walaupun geraknya sekarang paradoks dengan kejaran otak-ku, biarin aja ci….orang masih balita juga. Harusnya orang-orang seperti anda harusnya bukan menjadi seperti sekarang ini. Hey…janga
n mimpi aja seih…hmmm, SPSS for Research and Survey…..persiapannya tinggal sebulan lagi….ini adalah pelatihanku yang kelima….make it simple aja deh…masih tetep saja sederhana dengan konsep kerja cerdas, kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja mawas…
Ok, sela
mat berjuang aja….seperti kata pak legiman yang ku kutip….’Terus-lah berjuang…Jangan pernah berhenti, sebelum peluit berakhir…’

Tuesday, May 1, 2007

Optimis euy...

Optimisme....
Fuih...malem ini tenaga-ku pasti akan terserap habis dimakan hiruk pikuk kendaraan senja...sebentar lagi 'pakaian' bumi akan berubah...yang jelas nanti aku pasti akan banyak bertemu dengan wajah2 penat sama seperti diriku...ada sebuah kewajiban yang harus dilunaskan seiring dengan tuntutan hak. Setiap orang pastinya memiliki segala bentuk, segala rupa, segala macam, segala atribut, segala segalanya yang berharga...uang, kedudukan, keahlian, dan many others-lah. Cuma sekarang masalahnya sebarapa berharganya ‘harga’ itu…hey…hm...sudahlah cape juga ngomongin about harga….
Aku hanya ingin tersenyum di sela kepenatanku…senyum yang melahirkan ke optimisan…jadi inget bahwasanya senyum adalah bundanya optimis. Agak susah memang mengaplikasikannya, tapi untuk sebagian orang tidaklah sesulit memaknai kata-kata ‘senyum adalah bunda optimis’. Dulu, ketika dirundung masalah aku hanya berusaha senyum untuk sekedar menguatkan jiwa. Kehilangan kesempatan yang bagus, aku berusaha senyum, berharap ia akan datang lagi.
Merasa diri ini paling bodoh seantero jagat, aku hanya berusaha senyum agar suatu saat nanti kebodohan itu dapat aku bunuh. Berpikir keras agar bisa mencari uang, aku berusaha dan bekerja sambil sesekali tersenyum. Menjalankan beberapa amanah yang tidak ringan, yah...aku tersenyum untuk merenung agar dapat menjalankan dengan baik.
Mengamati suasana malam sehabis bekerja....aku tersenyum memandang langit, berharap suatu saat nanti aku akan menjadi apa yang aku inginkan. Mencorat-coret kertas ide di Bis...aku tersenyum. Ingin sekali rasanya menjadi bagian dari peradaban. Hidup hanya dapat dipahami ke belakang, namun hidup harus dijalani ke depan, dan akupun tersenyum. Dipenghujung malam yang sendu, aku lirihkan permohonan kepada Sang Penguasa Alam, aku tersenyum, semoga Allah, Rasul, warga langit dan bidadari sekalipun tersenyum melihat tangisan senyumku. Inget ya, bermuka masam dapat mendatangkan kegagalan.

”...Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu...”(40:60)

”Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (27:62)

”Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.”(53:58)

Yah...pengembaraan yang aku lakukan, senantiasa terbesit harapan optimis dari rekahan senyum. Itu yang aku tahu...Betapa beratnya untuk tersenyum ketika sedang mendapat musibah...Namun, tersenyumlah...seperti senyuman para ahli Badar. Hfff....desakan nafasku terdengar lirih sesaat...Senyuman Badar yang melahirkan optimisme....seperti apa ya....???
‘ Optimisme adalah buah dari harapan. Dan harapan, kata rasulullah saw, adalah rahmat Allah swt pada umatku. Kalau bukan karena harapan, kata beliau lagi, niscaya takkan ada orang yang mau menanam pohon, dan takkan ada ibu yang mau menyusui anaknya.’
Entahlah...mungkin tak salah jika seorang pejuang mengatakan,’ Sumber energi penciptaan dalam diri kita terletak di kedalaman jiwa kita, yaitu sebuah wilayah kecil yang harus seantiasa terjaga ketat, itulah yang ingin saya sebut sebagai wilayah kegembiraan. Disana tersimpan energi jiwa yang sangat dasyat, itulah optimisme.’
Apa yang terbayangkan dengan wajah dan senyuman dari para prajurit Badar...Tersenyumlah...bahwa engkau akan masuk syurga...mintalah tolong kepada Allah...dan, optimislah....kita akan menang. Jiwa-ku masih bernafas hingga saat ini...disela-sela keterbatasan pandangan langkah. Yup, lelah pastinya...penat itu jelas...tapi tidak dengan mengingat senyuman para ahli badar yang melahirkan sebuah nilai yang berharga, yaitu Optimisme...
' Optimis adalah harapan yang matang, keyakinan dan kepercayaan pada waktu, atau tepatnya pada masa depan, yang menjelma menjadi energi jiwa yang dasyat. Dari sana para pahlawan mukmin sejati menemukan dorongan jiwa yang tak pernah habis, untuk terus bekerja dan bekerja, berkarya dan berkarya lagi. Optimisme adalah gelora jiwa, tapi riak dan gelombangnya adalah kegembiraan.'
Ok…segalanya itu memiliki batas dari yang tak berbatas…malem telah mengenakan ‘pakaian’nya…Hmmm, aku akan berangkat menuju taman syurga…semoga Allah memudahkan selalu langkah kaki ini…

' Ya allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan hutang, dan kesewenangan-wenangan orang '

Menuju taman syurga yang penuh berkah....


Monday, April 30, 2007

Pekanbaru StorY

Sweet Ultah 1 Syawal
Kulirik sesaat Adidas ditangan kiriku telah menunjukkan pukul 08.00 wib.
“frend…ntar lagi nyampe”, desir hatiku. Cukup lama pandangan ini menoleh keluar jendela. Kapas-kapas yang menggumpal tebal diluar sana seakan-akan memberikan kisah yang nyata, bahwa disanalah terletak sebuah negeri dari para malaikat, negeri khayalan, negeri dongeng, atau sejenis itulah “wow…keyen…” Betapa asyiknya jika bisa bertamasya disana.
Tak lam
a pandangan kualihkan 75derajat dari pesawat, terlihat benda mungil bergerak secara pelan sedang menggores lautan, tampak garis putih yang mengikutinya. Kilauan lautan berlian terlihat begitu indah dari atas pesawatku. Keadaan cukup cerah pagi ini, “mmhh…Have a nice trip-lah…pin”, senyum hatiku. Berharap tidak terjadi apa-apa dalam perjalananku kali ini. Sudah beberapa kali ini aku mudik dengan menggunakan Besi terbang ini, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Biasanya aku naik bus.
Btw, p
unya pengalaman pahit juga ketika naik bus yang menempuh waktu dua hari semalam menuju Pekanbaru. Sebanyak dua kali bus yang aku tumpangi mengalami kecelakaan. Dan tentunya hal itu memakan korban, tapi alhamdulillah, Allah masih sayang sama diriku, aku selamat. Trauma juga ketika melihat darah berceceran didepan mata kepala hidung mulut kuping sendiri.
” Hy…n
geri…I Know What U did last Summer…Hihihihi…sebut namaku 3x…missing”
Pusing ju
ga terlalu lama melihat keluar dan kebawah jendela. Kuluruskan pandangan ini sembari menyenderkan punggungku kekursi.
Tak jauh dari kepalaku, sebuah lubang kecil berwarna hitam yang tak henti-hentinya meniup
kan angin dingin, dengan teganya menghempaskan kerambutku….
”Untun
g nggak ketombean…Amprul...dingin…”
Wajah manis itu sesekali melempar senyuman aslinya, selalu saja mondar mandir, entah apa
yang sedang ia lakukan. Beberapa menit kemudian, keadaan disekitarku menjadi gelap, tak sebuah bendaku pun dapat aku lihat, yah…akhirnya mataku terpejam…Zzzz….
( Mog
a Allah mematikanku dalam keadaan syahid pada setiap kondisi hidupku…)

“Good landing…Good performance…”, kulepaskan sealbelt yang mencengkram perut ini selama 1 jam 25 menit, mobile phone pun kunyalakan. Bergegas untuk turun…
”Terima kasih Anda telah memilih terbang bersama kami…bla…bla…”
“selamat jal
an….”
Untuk yang terakhir kalinya kulihat wajah manis itu, dengan santunnya mengucap selamat jalan.
“Ok..sama-sama mb…
(Allah en
gkaulah yang menentukan nasib seseorang, berilah yang terbaik dalam hidupnya dan keluarganya)..”. jawabku teriring doa.
Pekanb
aru, ini kesekian kalinya aku bersilatuhrahmi. Pekanbaru bukanlah tempat yang ramah suhu. Walaupun tak pernah kuukur suhunya, tapi indra perasaku merasakan keadaan suhu dikota ini termasuk panas, rasanya lebih panas dari Jakarta or Darmaga. Bisa hitam neh kulitku, jadi tidak seputih Sinta lagi deh….;(. Banyak sekali orang yang sedang menunggu kedatangan sanak keluarganya di depan pintu keluar. Kuhentikan langkah sejenak untuk melepaskan jaket hitamku, fuih, dan ternyata,
oh…bada
nku sudah bermandikan ria dengan keringat.
“Ayah dim
ana ya…he said want to jemput…dos-q dimana ya…?”, sekilas kedua mata ini menyapu keadaan sekitar untuk mencari sosok yang sangat berjasa dalam hidup ini. Kukernyitkan jidat ini agar lebih konsentrasi dalam melihat. Maklum, mata ini udah nggak normal, aku silinder min 0,5. tapi semenjak pecahnya kacamata-ku sewaktu i’tikaf tahun lalu aku sudah tidak menggunakannya lagi....
tepat dipo
jok sana, pandangan ini terhenti...
khas sekal
i, kulit sawo teramat matang dengan rokok yang menyelinap dikedua jarinya, melempar senyuman sumringah diselingi asap putih tebal membumbung.
Itu Ayah ”Apaaak....ambo pulang...!!!”jerit hatiku. Segera kuhampiri beliau, lalu tangan yan
g beraroma tembakau pekat itu kucium. Wajahnya sudah tampak tua. Entah sampai kapan antibodinya mampu bertahan terhadap serangan racun seperti Tar, Nikotin, dan 4000 racun lainnya...
Seketika r
anting-ranting matahari pun berjatuhan membakar tembikar hati ini, luluh tak terbendung...
ku tak tahu sudah berapa banyak keringat yang terkuras untuk menghidupi keluarga ini.
Allah m
uliakanlah Ayah....
Wow...kulihat adikku yang terakhir sudah tampak besar...mmhh...kenapa gayanya mirip vok
alisnya Peterpan..
sepertinya gembira sekali pertemuan denganku. Dia mencium tangan ini...Nanda berdarah j
awa dengan bahasa minangnya yang mendarahi jiwanya, oh...rupanya engkau sudah menjadi orang minangnya. ...
”iyo y
o...”. itulah jawaban setiap diberi nasehat sambil ngeloyor keluar entah kemana.....

^^^^^^^^^^
Aku tak banyak bercerita didalam kijang keluaran tahun ’92 ini, mataku masih berkeliaran menatap tampilan kota pekanbaru...tak banyak yang berubah, tampilan monoton relief-relief ruko, mal-mal baru, beberapa rumah kayu...antara kemiskinan dan konsumerisme....
”close up, w
hats up men....!!!” Kesunyian terpecahkan ketika melihat tampilan adikku yang masih bereda di kelas 2 SMP itu, dia duduk didepan.
Yah...rambut
nya....weet look sekali gitu loh...!!!
” de’...min
yak rambutnya apaan...?” tanyaku
”ngapa
emang mas, casablanca dong....”, jawabnya sambil mengelus-ngelus rambutnya
“lho...itu bu
kannya minyak wangi...?”
“deee...kek mana nih mas, ketinggalan jaman...ada jugalah yang buat minyak rambut...!!!” gaya minangnya kentara sekali...
Glek...wah p
layboy juga neh orang...jadi inget jaman masih dulu...aduh...jadi banyak mikirnya deh...!!!
Sepanjang
jalan aku hanya menarikan kedua jempol, dengan kakunya memainkan Snake II-nya Nokia yang tak pernah nyampe point 500, payah...sambil sesekali Ice breaking dengan Ayah dan kedua adikku.
Rumahku tidak begitu jauh dengan Bandara Sultan Syarif Kasim II ini, hanya sekitar 20 menit denga
n kecepatan standar dah nyampe. Btw, Pernah mencium bau pabrik yang mengolah Ban...??? aku sudah!!!...mual sekali baunya serasa isi perut ini ingin keluar, kudekapkan kedua tangan kehidung ini erat-erat ketika Kijang Ayah melintasi daerah itu selama 5 menit, jalur yang harus dilewati jika hendak kerumahku, untung aja baunya tidak sampai kerumah, pokoknya baunya jijay banget deh....hwaaaaaaa.............
pertigaa
n belok kanan, dari kejauhan, terlihat pagar hijau, diatasnya ada galon air yang besar berwarna merah, garasi kayu, beberapa gantungan tanaman anggrek, taman yang teramat kecil sekali ...yap, itulah rumahku,. Perlahan sekali mobil ini berjalan dikomplek yang bernama Villa Indah Paus, sekarang sedang menuju rumah sederhana itu.
Keras juga ketika mendorong pager ini. Bertanahkan pasir putih bertemankan rumput, pekarangan yang tak terlalu luas. Terkadang jika hujan deras pasti terdapat kolam-kolam genangan air di halaman ini, yah begitulah frend...
Tak lama kemudian...Dari dalam muncullah seorang yang namanya disebut-sebut oleh Ra
sul hingga tiga kali,
“Ibumu.
..ibumu...ibumu...”.
badan yang mungil itu sahaja sekali, dengan rambutnya yang mengembang tersenyu
m haru melihat kedatanganku, untuk yang kesekian kalinya kembali kucium tangannya yang agak kasar. Jihadnya seorang wanita adalah ketika dia berhasil dalam mengurusi dan mendidik keluarga, iya nggak...?, terlihat sekali sosok seorang Bunda rumah tangga yang sering melakukan pekerjaan rumah. Aku tahu benar, pagi-pagi Bunda bangun, mencuci pakaian yang sudah direndam pada malam harinya, paginya memasak untuk sarapan, setelah itu menyapu, mengepel, membersihkan segala sudut rumah ini, belanja kepasar, siangnya memasak,
Sore biasanya Bunda keluar kerumah untuk sekedar silatuhrahmi sembari member
sihkan pekarangan or menonton acara perkembangan artis sekarang, dan aku rasa malam hari adalah malam yang paling terindah, menonton sinetron adalah hobinya...
”Bunda,...
yang ku tahu bahwa dibawah telapak kakimu terletak Syurga...dan walaupun aku membopong badanmu menuju mekkah, rasanya belum cukup untuk membalas pengorbanan selama ini....”
Kubuka baju ini sesampainya didalam rumah, tak tahan panasnya, dan langsung tertuju pada baling-baling pelepas panas. Dan, berputarlah baling-baling itu....
Otomatis
keluarlah angin buatan...ademmm. Bunda adalah orang yang banyak sekali bertanya tentang aktifitasku, pokoknya segala macem. Dari masalah makan, kostan, kuliah, teman, dan, mmmh hingga pacar, emang punya pacar.....Glek!!! pokoknya banyak nanya deh.......
Maklumlah aku telah berpisah semenjak aku kelas 3 SD, dan sekarang dirumah menjadi
agak sepi. Semenjak Wawan masuk kuliah di Bogor, tinggallah Ayah, Bunda, dan Nanda. Jadi ya...gitu deh....
Ayah lan
gsung menuju kekamar setelah mengantarku...jika dirumah hobinya adalah tidur..he. Tak lama aku ngobrol dengan Bunda....dan aku pun menyusul Ayah....yap tidur juga.....berharap nanti sore menjelang magrib Bunda memasak masakan yang uenakkk....terbayang deh, sayur ikan, bayam, serutan es melon, jelly, rendang, capcay, telur puyuh dicampur dengan......wah, jadi laper euy...padahal bedug masih lama.....udah ah....Zzzz

^^^^^^^^^^
Baca koran, main gitar, kemesjid, makan es krim, ngirim sms, main PS ma Nanda, ngajar Bunda mengaji, dan yah...itulah rentetan rutinitas yang standar aku lakukan.
Bosankah...??? Mm..terkadang iya, tapi nggak bosen-bosen amat kok, coz, Nanda memi
liki Tarzan, permainan yang sering aku mainkan dan tentunya dengan kapal tempur...setahun sekali main PS...he, ternyata asyik juga.
Teriakkan yang harus berjuang dengan keras untuk mengejewantahkan ialah...
”Maa
as, mas pipin...bantu Bunda ngupas bawang ya...!!!, cepetan...” Biasanya sehabis pulang dari sholat Dzuhur, aku langsung menuju kamar atas untuk baca koran sambil berbaringan. Dan sering sekali terdengar teriakan indah itu dari bawah...
”hah...Ya Allah, ngupas bawang...???
Please deh Mom...!!!”
“udah cepetan, buat persediaan masak nih…!”
Jilatan m
atahari siang masih terasa panas disekujur tubuh, so…ya mau nggak mau harus nego neh ma Bunda…
“ Bu…hehehe (cekikikan nggak jelas gitu…), ntar sore aja ya Bu…panas banget neh, kasihan ma mata…”, rayuku
Raut ke
kecewaan jelas terlukis diwajah Bunda….
“Ampun deh Bu…..ntar sore aja ya….piss, please…” Rayuku merona
Alham
dulillah, Bunda memberi ijin…..
duh, lagian ada-ada aja neh Bunda, jagoan kampus ngupas bawang…???, canda hatiku…Padahalkan nggak boleh seperti itu ya…??? Dosa lho pin…!, Ampun ya Allah..
Yah, beg
inilah resiko jika tidak memiliki anak perempuan. Doain aja deh…Bunda biar cepet punya anak perempuan…

Selaput cahaya jingga memayungi tubuh ini saat melintasi jantung kota Pekanbaru. Motor dinas Ayah yang tua itu ternyata masih bandel...Indah, itulah yang tergambar pada malam itu, lumayan untuk pelepas kebosanan. Lampu kota yang tergerai, hiasan bintang, deruan kendaraan membawa mata ini untuk tetap terus menatap sekitar. Gedung BI adalah yang paling lama kutatap, gedungnya agak gimana gitu....andai saja aku dapat kerja disana, tapi kayaknya nggak mungkin deh...jadi inget ma temen...
”lho...itukan riba tau...lagiankan yang syari’ah banyak....!!!”, she said, aku ingin sekali masuk dibagian Risk Management-nya, BI next time-lah pikirku. Malam ini aku bersama Ayah harus pergi kekantor, pertama kali pergi kekantor Ayah...mmmh, jabatan Ayah apa ya?, aku tak pernah tahu. Susahnya komputer di Pekanbaru, sampai-sampai harus pergi kekantor Ayah. Ada sebuah publikasi yang ingin aku print...tapi belum juga kutemukan Publisher itu....
Alhamdulillah, Ayah dah sedikit berubah, beliau sekarang langkahnya ringan sekali jika mendengar azdan, biasanya malah duluan nyampe masjid dari pada aku.
Bau peng
ap terasa sekali ketika memasuki ruangan salah satu kantor ini. Kerlipan mousenya keren juga, kayak lampu disco....Btw, cukup Lama telunjuk ini memutar dan mengeklik Mouse imut itu.
”Mana ya softwarenya....” keluhku, tawaran teman Ayah yaitu sekaleng pocari-sweat dingin ta
k kugubris. Ugh, keringatku mulai bermain-main dikening dan lengan ini...fuih, aku harus mengedit publikasi ini. Ternyata softwarenya tak kutemukan, dan harus disiasati euy...tidak nyaman juga berlama-lama didepan komputer kantor ini, berhubung semakin larut malam, nggak enak dengan penjaganya,
akhir
nya kuakhiri petualang publikasi ini. ”Failed...!!!”
”coba d
ah diprint di Bogor kemarin....”, kesalku.
Sabar atuh
akang...ulah pundung nyak’.....
Kerutan jidat Ayah terlihat jelas ketika membaca hasil print-out yang jauh sekali dengan h
arapanku, tapi masih bisa terbaca. ”Bestat...???ini apa mas...”, tanya Ayah...
Wah, sus
ah juga ngejelasinnya...dengan tersenyum pede aku jelasin asal muasalnya. Rencananya aku ignin menempelnya di UNRI, UIR, UIN dan beberapa PT di Pekanbaru, tapi apa daya tenaga tak sampai, pikiran nggak mudeng, hati tak khusuk, azzam tak kuat...
sampai k
epulanganku, publikasi itu tak sempat aku sebarkan...It’s-ok-lah, biar waktu yang menjawab....Moga ada takdir yang lebih bagus untuk esok hari dan moga memang begitu adanya....kurang dari satu jam aku berada dikantor Ayah, mataku dah cape, perih, merah....
kuhirup nafas malam jantung kota ini serta sapaan Juntaian cahaya jalan, dengan slowly-nya motor Ayah meluncur. Aku pulang....

Sepenggal malam hanya meninggalkan ketidak- pastian Terkadang tak menyisakan sedikitpun harapan Di tepian hidup, kecemasan memang serupa dengan gelombang pasang
Seperti buih-buih menepi yang terseret waktu

Tapi cuaca malam ini mencerahkan kata-kataku
Kerlipan warna muda lampu jalan menghisai hati ini
Aku tahu Hidup tak mengenal stagnasi
Terus bergerak, berkembang, tumbuh atau mati....

Detik-detik berharga itu akan segera berlalu, dengan cepatnya dia pergi. Tak banyak orang yang memperhatikan akan hal ini. Bahkan rasanya puasa yang seharusnya menuju jalan ketakwaan , nyaris tidak memunculkan dampak apapun dalam diri orang yang melakukannya…” Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi ia tak mendapatkan apapun dalam puasanya kecuali lapar dan dahaga…”
Yah… Udara ramadhan sebentar lagi akan menghilang….Sedih…??? tentu iya…jujur banyak sekali moment yang terhilangkan dari ramadhan kali ini…
Kuambil pe
ar yang agak besar dalam kulkas, malam ini sangat terasa berbeda…nggak tahu pokoknya beda aja…sahutan takbir kemenangan yang pasti sedang bergema mengguncangkan seantero jagad raya ini….begitupun media elektronik yang tak lepas dari seruan takbir diselingi acara-acara komersil…. besok adalah hari raya idul fitri…Kembali kepada fitrah manusia….yaitu mengenal Allah…
Betapa s
ibuknya Bunda malam itu, memasak rendang, mengaduk kuah santan ketupat, memotong wortel…dan, tentunya pasti meminta bantuan sang anak yang paling tua ini….Nanda…??? Dia entah kemana begitu juga wawan….
Mungkin aku tak banyak teman di Pekanbaru...So, ya kebanyakan di rumah....
menjelang isya, hujan mengguyur komplek Villa Indah Paus ini…Bunda terlihat khawatir memikirkan Nanda dan Wawan yang sedari tadi pergi…itulah Bunda, bawaannya selalu saja khawatir…
sepertinya besok tidak akan sholat dilapangan komplek karena tergenang air, alternatif
nya ya dimasjid warga dan konsekwensinya harus berangkat lebih pagi biar dapat tempat…
Pujian kebesaran Asma Allah terus menyelimuti telinga ini, entahlah, apa puasaku sebulan lam
anya diterima oleh-Nya apa tidak...bagaimana aku dengan 11 bulan berikutnya…Selingan kiriman sms menemaniku yang sedang merenungi pertanyaan sembari membantu Bunda ngupas wortel. Wah mengganggu juga neh kiriman sms dari temen temen. Tau nggak, setiap yang mengirim sms pasti aku catat di buku, sepertinya terlalu manis jika aku langsung menghapus pesan indah yang disampaikan. Ada yang lucu, ada yang puitis banget, ada yang make bahasa planet (nggak ngerti euy…),, ada yang sama isinya dengan sms tahun lalu…Bunda terkadang sering bertanya…
”nyatet apaan sih mas…??? Serius amat…”
“Bu…mau tau
uuu aja….:)……”

Setuju nggak klu saya bilang bahwa esensi dari Hari Raya ‘Ied Fitri bukan terletak dari baju barunya, sofa baru , horden baru, karpet baru…??? Orang yang selamat adalah orang yang punya hati selamat (Qalbun Salim)…yah itulah, orang yang hatinya selamat pasti ia akan tahu fitrahnya…dari mana ia berasal dan kemana ia akan kembali, tentunya rentang antara hidup dan matinya selalu diisi dengan amal kebaikan…
Riang sekali melihat wahyu pagi, bocah kecil tetangga depan rumah yang sering usil, berkepala botak, gendut, badannya gempal sekali….Dengan lucunya berlari-lari dengan menggunakan sendal baru dan sebuah pistol mainannya…wahyu sering sekali main kerumah semenjak keberadaanku. Jika ia datang selalu saja aku dekapkan kedua telapak tangan ini kepipinya dan mengempitkannya…Gemes banget deh…
Aku hanya mengenakan baju koko berwarna gelap dengan celana panjang favorit kampus, Ayah, nanda, Wawan…biasa. Baju koko. Sarung, dan songkok.
Bunda….??? Wah Klu bunda jangan ditanya deh, Beliau memiliki koleksi baju lebaran yang menyerupai para artis…heheh, pokoknya lux banget deh….se
mpet malemnya Bunda memamerkan kedua pasang baju hari raya kepadaku…
“Gimana mas….bagus nggak….pas nggak sama jilbabnya…?”
Hiy…bajunya penuh sekali dengan pernak-pernik perak yang jika kena cahaya akan berkilau
an…ternyata Bunda cantik juga jika menggunakan jilbab mungil itu…bahkan teramat cantik….
belaian mentari pagi menyapa menyambut hari kemenangan. Udara hujan yang dingin
masih terasa dipelupuk kulitku. Hati yang bersemangat dan cerah berbondong-bondong menuju masjid. Sekilas terlihat tampang-tampang asing yang sesekali tersenyum padaku begitu juga denganku…banyak sekali yang memakai baju beradat melayu untuk yang Ayah-Ayahnya…taukan pakaian adat melayu…? Ya..seperti itulah….
Aku ban
yak sekali berkontemplasi segala yang aku lakukan selama ini, ketimbang mendengarkan ceramah Ustadz…Beberepa amanah yang tidak terselesaikan, kuliahku, tentang cita-cita…Aku besyukur pada-Mu Ya Allah atas apa yang engkau berikan padaku hingga saat ini. Yang sangat aku pikirkan adalah kok bisa-bisanya seorang anak yang duduk kelas dua SD tingkat akhir sudah ingin berpisah dengan kedua orang tua tercinta….kurang lebih 14 tahun aku tidak bersama-sama Ayah dan Bunda….
Jujur, keb
ahagian masa kecilku dulu agak sedikit terampas ketika tinggal dirumah Bude, tapi sungguh semua hikmahnya baru terasa sekarang, sampai sebuah pilihan yang tentunya sangat menentukan sekali dalam pola pikirku…Entahlah aku ini siapa…tapi yang pasti aku lebih mengenal islam. “ Barang siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal siapa yang menciptakan dirinya…”, yah…tidak ada sesuatu yang kebetulan dalam hidup ini, segalanya telah ditetapkan dalam Lauhul Mahfuz, sebuah tempat yang terjaga…dan satu hal lagi bahwa melalui pilihan ini aku ingin dapat melihat Wajah Allah Rabbbul Izzati nantinya….merinding…??? Ya, semerindingnya ketika jari-jari ini menulis kalimat.. ”…aku ingin dapat melihat wajah Allah....” diatas keyboard-ku ini.

^^^^^^^^^^
Saling bersalaman dan berpelukan itulah yang terlihat ketika rangkaian Sholat Ied Fitri berakhir, mulut pintu sesak dipenuhi jama’ah yang ingin segera keluar dari masjid. Saling mengunjungi kerumah-rumah warga sekitar sudah merupakan tradisi apalagi jika memiliki sanak saudara…mmmh, Bunda tidak bisa sholat, so, dengan sesegera aku pulang menuju rumah….Ucapan maaf yang aku ingin ucapkan pada Bunda…
Aku sekeluarga berkumpul dan…yah…semacam ritual…Ayah duduk dibangku kemudian disusul oleh Bunda yang bersimpuh memegang tangan Ayah yang kemudian meminta maaf. Sebuah simbol yang benar-benar bahwa seorang Ayah adalah pemimpin sebuah keluarga….Aku, wawan dan Nanda juga saling bermaafan….Bunda mengalirkan air bening dari kedua matanya ketika saling bermaafan. Aku….??? Wah, aku malu jika harus menangis…cowok gitu loh….! Terkadang hati ini sering terkalahkan dengan ego yang aku miliki....
Hentakka
n keras terasa didalam perut ini...Laper Frend....!. otomatis dengan kreatifnya tangan ini mengambil sebuah pisau dan langsung memutilasi sebongkah ketupat...(serem banget bahasanya)....sayur ketupat, ayam goreng , rendang, kering tempe yang dicampur kentang dan ikan teri, emping lalu sambel....menghiasi piringku...Dan ya Wassalam....enak banget uey...dan sruuup...sruput...sekaleng cincau dingin berenang ditenggorokan ini.....
Alhamdulillah....wasyukurillah...bersyukur kepada Allah. Dihari berikutnya aku berkunj
ung keteman-teman Ayah...dan warga sekitar....

^^^^^^^^^^
Hanya 10 hari aku di Pekanbaru, dan saatnya sekarang aku harus kembali kekampus untuk melanjutkan citi-cita masa depanku. Yah…cukup singkat, tapi cukuplah bagiku saat melihat Nanda yang rajin kemasjid dan akan berjanji ketika aku pergi nanti ia akan selalu pergi kemasjid. Bunda yang selalu saja meminta kepadaku untuk mengajarkan mengaji…Ayah yang selalu saja pergi kemesjid jika adzan berkumandang, kata-kata yang penuh makna sewaktu Ayah Berbicara…yah rasanya itu cukup bagiku. Dan wawan, hidup ini adalah pilihan, hidayah itu milik Allah…semoga aku bisa menjadi teman yang terbaik….
Ya Allah berkahi keluarga ini…


^^^^^^^^^^
Awan kelam menggelantungi Bandara dan tentunya hati ini…sebentar lagi aku akan menuju tempat menunggu keberangkatan….saat-saat yang sedih ketika melihat tetesan air suci itu kembali mengalir dari wajah Bunda…begitu khawatirnya Bunda kerena keadaan cuaca yang sangat mendung……Ayah dengan tenang meredam kesedihan Bunda…tabah sekali pria gagah ini…kagumku…kedua tangan orang tua-ku kucium untuk berpamitan….dan seperti difilm-film..sedih juga…tapi sekali lagi wajah-ku tidak sedikit melihatkan tangisan….padahal kalo mau tau aku ini orangnya agak cengeng….ketika waktu demo kampanye jalan sehat bersama-sama teman, aku menangis…melihat kaum muslimin yang begitu kompak sekali, melihat film Palestina, checnya…aku menangis melihat wajah surga itu dikuburkan…dan yah aku menangis….
Bunda, Ayah, Nanda selamat berjuang….semoga kita dapat dikumpulkan dalam keluarga jannah Allah….teriama-kasih atas dorongannya selama ini….

Deruan mesin pesawat dan derasnya hujan mengantar kepergianku…Yah…hanya dua kata yang selalu terulang yaitu: terus berkarya, terus berkarya, dan terus berkarya…..Selamat tinggal Pekanbaru…kita bertemu lagi jika Allah mengijinkan…Allah pipin titip Bunda, Ayah, Nandanya…..
“ayo Wan berdoa moga selamat mpe Bogor….” Senyumku dalam pesawat…..


Salam Hangat untuk Ayah dan Bunda Tercinta
dari Gue....:-)