Dalam perjalanan hidup-kuPada akhirnya hidup memang harus
Bermula dari mimpi atau imajinasi.
Itu akan menggumpal menjadi cita-cita.
Lihatlah Jules Verne
Dengan Mengeliling Dunia Dalam 80 Hari,
Cristopher Columbus lewat ekspedisi
Samudra Atlantiknya,
Karl May dengan legenda Old Shaterland,
George Orwell dalam 1984 dan Animal Farm,
Serta John Lennon mencurahkan isi hatinya
Dalam ”Imagine”.
Mereka semua adalah pemimpi.
Aku berani mengatakan
Bahwa mimpi adalah semacam rangsangan
Hebat untuk menuju kesuksesasn.
Atau juga, mimpi adalah kesuksesan
yang tertunda.
Percayalah dengan berusaha dan berdoa,
Tinggal menunggu waktu saja
Kesuksesan pasti akan kita raih...
(Gola gong)
Lewat kata pula ingin kutiupkan
Pada orang yang putus asa
Bahwa aku hidup di mana-mana.
Di setiap sudut kota Indonesia lewat novel-novelku
Aku ingin gairah hidupku merasuki
Setiap hati pembaca novel-novelku
Kata memberiku banyak makna.
Itulah yang ingin aku berikan kepada orang lain
Bahwa kata yang menjadikan hidupku bermakna
Kata bagiku adalah kekuatan
Yang memberiku terus bangkit saat terjatuh.
Kata seperti jantung hidup
Terus berdetak dan jangan biarkan tak bermakna...
Ada cerita yang menarik saat membaca buku menggenggam Dunia pada Bab 3...Bab ini mencerikan about ari-ari mas Gola Gong....tahu ari-ari kan....??? itu lho yang sewaktu kita lahir..yang deket puser tea...disebut juga plasenta, jalur makan janin tea (saluran yang menghubungkan janin dengan rahim ibu. Fungsinya untuk transfer nutrisi dari ibu ke janin, biasanya dipotong saat lahir)...mmh, anggep aja tahu dulu deh....So, pada saat Mas Gola gong ini lahir ternyata ari-arinya itu dibuang disungai Cikao, Purwakarta...kemudian saat mas Gola gong dewasa menanyakan perihal ari-arinya kenapa dibuang di sungai...hal ini beda dikarenakan adik dan kakak Mas Gola gong ditanam disekitar rumah. ”Supaya kamu melanglang Buana” itu kata emaknya...dan sang bapak pun berkata:”Sebagai lelaki, kamu harus banyak pengalaman”
And then...apa yang terjadi teman...??? huehehe…mas Gola gong menjadi anak yang berbeda ama adik dan kakaknya. Jika adik dan kakaknya adalah orang rumahan yang manis dan tidak neko-neko dikarenakan ari-arinya ditanam di sekitar rumah…Mas gola gong adalah anak yang liar…Petualang, menyukai tantangan…sudah beberapa kali masuk rumah sakit akibat tingkahnya yang “Move Up”…Nggk bisa diem…Berkelana ke tempat lain…seakan-akan sedang mencari ari-arinya yang entah berada dimana. Sampe-sampe 2 orang temannya sudah tidak sanggup mengikuti petualangannya saat menyusuri tanah jawa (Anyer-panarukan), Candi borobudur…Melihat makamnya bung karno…dll.
Iseng-iseng mas gola gong bertanya kepada ke dua temennya,”Ari-ari kalian saat lahir dikemanakan...?”...kemudian meraka menjawab:”di kubur di halaman rumah….”...Oalah, pantesan…begitu bales Mas Gola gong…Nah...stop sampe di situ aku membaca kisahnya…Tanpa pikir panjang, aku langsung menghubungi Ibu di pekanbaru…untung banget ada simpati pede...hehehe...makasih udeh mempermudah komunikasi ma Ibu…Aku telpon ibu dan menanyakan perihal ari-ariku saat aku lahir…
“Bu…tanya ya…dulu pas Mas lahir ari-ari Mas ibu taruh dimana…?” begitu tanya-ku
Weih, kontan nyokap langsung bengong gajebo penuh tanya gitu deh…beliau jadi kepikiran klu aku tuh lagi pelajarin ilmu santet apa gitu…huehehe…Dan ibu pun menjawab bahwa ari-ariku itu ditanam dihalaman belakang rumah (waktu itu rumah masih disekitar Pulau Batam)…Mbah dan Bapak yang nanemnya…Hff…tadinya aku berharap ibu menjawab bahwa ari-ariku itu dibuang ke mana itu….ke sungai kek layaknya ari-arinya Mas Gola gong…Dan ibu pun bertanya lagi:”Kenapa emang Mas kok nanya begituan…?”…Yah aku bilang aja bahwa klu ari-arinya dibuang kemana gitu ntar anaknya jadi perantauan ngk bisa diem seperti mas Gola Gong tea….wah, ibu langsung jawab…”itu mitos…!”
Mmh, jadi belum kejawab neh pertanyaan-ku hingga sekarang…Hal apa yang mendorongkan seorang anak kelas 3 SD memberanikan diri untuk berpisah bersama orang tuanya….??? Hehehe…ari-ari itu hanya mitos pin…begitu kata ibuku...karena nyatanya aku bukan orang rumahan yang manis…Setelah aku banyak ngobrol ngalur-ngidul ma ibu...cupika cupiki…dan aku pun terkekeh-kekeh…Ah, Mas Gola gong bisa aja neh…Menurut Pak kuntowijaya melawan mitos adalah dengan ilmu pengetahuan, karya sastra, dan tentu saja dengan Agama.
Buku yang berisikan catatan jiwa petualang….jadi pengen seperti dia…hmm...Inspirasi yang tak pernah padam…

(Gola gong)
Pipin Andriyanto
Kasak kusuk lagu lama…merupakan suatu hal yang nggk nyunnah jika para pasukan ra genah bepergian tanpa membawa benda kecil cahaya kilat, camejit alias Camera Dijital…terlebih dahulu berkumpul di kostan Chogan. Dan kita pun menuju Kota Serang. Sesampainya di Serang saat para kaum muslim melaksanakan solat maghrib. So pasti-lah, kita-kita bergegas menuju masjid Terminal Serang untuk solat maghrib. Kondisi malam itu cukup padat melihat pergerakan hilir mudik para pengendara. Gerombolan para kaum hawa berkerudung yang tertuju pada suatu tempat terkadang menarik perhatian kita. Ouw, ternyata...mmh, kayaknya ada pengajian di malam akhir tahun ini, semacam kontemplasi. Kita melewati alun-alun kota Serang…Ramai…!!! Para pendekar kuliner bertaburan dari tujuh penjuru mata angin mengisi tempat yang masih tersisa di alun-alun. Cuaca malam itu menurut-ku panas… nas…nas…Gemerincing suara perut memaksa kita untuk mampir di WarAKar...Warung Ayam Bakar bo...niat hati menemukan Bebek Goreng namun sejauh ini yang terlihat adalah WarAKar tea....



























