
Setelah bernegosiasi dengan sang Istri…cupika cupiki dan kerlipan mata, …ci ciuw, akhirnya deal dan menyetujui rencana-ku turing berlabuh di Ujung Genteng. Sabtu pagi, pukul 5 liwat aku telah mengeluarkan sepeda ontelku dari kandangnya….aku memang sudah berdiskusi dengan dia sebelumnya…Brur…besok kita akan turing ke Ujung Genteng, malem ini jangan begadang ya…kedap-kedip lampunya, Sip…tandanya dia satujuh. Ritual mohon doa keselamatan pun berlangsung….Sang Istri, mama, babe….Aye pegi dulu ye…mau menjelajahi bumi Ja-Bar….
Dan, sepeda Ontel-ku pun menerabas kencang melintasi jalan ciputat-parung-Bogor. Berdasarkan Informasi bahwa kita berencana akan menginap selama lebih kurang 2 hari. So, aku pun berbekel 2 baju, 2 cd, 1 Sarung cap gajah lumpat, 1 Sweater manis…dan beberapa ransum…Lumayan dibawain nasi, telor, ikan, tahu, dan beberapa nuget ceria…Mantaf. Jalanan masih terlihat longgar. Desakan angin dingin pun menembus tulang....butiran halus mulai membasahi jaket tua-ku....Namun tak menghalangiku berlari di kecepatan 80 kpj.....Ciiittt….finally, sampelah aku di pesantren Nurul Imdad, Bogor…kita akan kumpul dulu di kostan Chogan...fiuh....







- harganya pas sesuai kantong para pasukan ra genah yang kere ini. 1 kamar 200 rb/mlm dibagi 5 orang...huahahahahaaaaa
- ternyata didepan pemandangannya cantik dan termasuk pantai pangumbahan...Letak dimana para penyu mendarat untuk bertelor...mantaf bisa ngeliat penyu neh
- Ombaknya gagah perkasa....Pas berenang....cukup seru....iye nggk bero...???


Weih my bero....Selamat bersenang-senang Teman di Ujung Genteng.....





Yup....Kita pulang....ke tempat asal....Buat yang masuk kerja....Selamat kerja lagi...Buat yang ambil Cuti...selamat berpulau kapuk ria....hehehehe.....
gutlak untuk semuanya....
" Tataplah langit itu dalam pelukan pasir asin...engkau akan dapati betapa kecilnya dirimu jika dibandingkan dengan ribuan pasir yang engkau genggam...Benda kecil yang dinamakan planet itu pun perlahan bergerak menjauh....Tataplah terus langit itu...rasakan belaian angin yang bertiup mengusap seluruh badan, irama ombak yang menggairahkan, aroma pantai yang ranum...Rasa yang tak pernah dirasakan...sejenak, istirahatkan pikiran kusutmu itu di Langit Ujung genteng dan bersyukurlah bahwa engkau masih bisa menatap langit..."
Salam
Pipin Andriyanto
Pipin Andriyanto